Merindukan Lapangan Baru | Kumpulan Tjah Ngambarsari

Kamis, 13 September 2012

Merindukan Lapangan Baru

Merindukan Lapangan Baru

Merindukan Lapangan Baru
"Sore itu, kala anak2 ngambarwetan melawan
anak2 jati sedang asyik bermain bola. "Kami Merindukan Lapangan Baru Mbak..", kata mereka."

Berangkat dari ungkapan mereka, tulisan ini saya uraikan di Web Blog Kumpulan Tjah Ngambarsari ini. Tujuan utamanya untuk mencari solusi dan jalan terbaik bagi majunya persepakbolaan dan pemuda ngambarsari pada khususnya, serta persepakbolaan Indonesia pada umumnya. Harapan kecil saya, kita tidak saling menyalahkan pihak manapun atas ketidaktersediaan lapangan sepak bola yang layak di Desa Ngambarsari.

Sekelumit kisah sebelumnya yang saya tahu, pada tahun2 lalu bahkan saat saya belum lahir, sudah ada lapangan sepakbola di ngambarsari yakni lapangan ngambarwetan. Dari penuturan Bapak saya M.Setyono, diceritakan sekitar tahun 1977-an pernah ada helikopter tentara yang mendarat di lapangan tersebut. Yakni dalam rangka kedatangan Bpk. Kolonel Jendral Santoso untuk meresmikan monumen Jendral Soedirman yg berlokasi di dusun Pojok Ngambarsari. Kemudian, beberapa turnamen sepak bola maupun volly juga sering diadakan disana, bahkan pertunjukan film layar tancap pun pernah diadakan di lapangan tersebut.

Dari pengalaman pribadi saya berkenaan dengan lapangan ini, masih terngiang dalam ingatan saya, pada tahun 1990 ketika saya masih sekolah di kelas 6 SD. Saya pernah berolahraga lari di lapangan ngambarwetan itu. Saat itu, saya hampir mau pingsan sewaktu harus lari mengelilingi lapangan 3 atau 4x he.he.he... Mungkin karena jarang olahraga, asupan oksigen telat masuk ke otak saya.


Nach pada tahun 1998, ketika Almarhum Mbah Martokaryono telah habis masa tugasnya sebagai kepala Desa Ngambarsari, tanah yang menjadi lapangan itu ternyata diambil alih lagi oleh pemiliknya (saya harap pengambilalihan kembali tanah ini jangan dijadikan polemik dan tidak usah dipertanyakan lagi siapa yg benar siapa yg salah). Secara otomatis, kala itu Desa Ngambarsari tidak mempunyai lapangan sepakbola lagi.

Alhamdulillah, pada masa pemerintahan Kepala Desa Bpk.Sudarno, beliau berinisiatif dan berdaya upaya membuat lapangan sepak bola baru di Pucung, Dusun Godang. Bahkan pengerjaannya sampai mengundang buldozer segala. Tentu saja biaya yang dikeluarkan pada saat itu sekitar awal tahun 2000-an tidaklah sedikit. Lapangan baru ini lokasinya cuma selemparan batu dari rumah saya, juga sangat dekat dengan pusat pemerintahan desa ngambarsari (balai desa). Nah, kisah lapangan sepakbola baru yang berlokasi di bawah rumahnya lek sukinah, lek karimin, lek marijo, lek marsi dan lek karinem ini saya malah kurang tahu persis bagaimana ceritanya. Dari ceritera Adik saya, katanya Lapangan ini juga sempat digunakan untuk perayaan 17 Agustus dan kegiatan pramuka.


Sedangkan antara tahun 2000-2007, saya tidak terlalu memperhatikan apakah di lapangan baru ini pernah diadakan turnamen sepakbola dan volly atau tidak. Salah satu yang masih saya ingat betul, sempat diadakan turnamen 17 agustus-an pada tahun 2007 di Lapangan Pucung ini. Kala itu dibuat 2 lapangan volly sehingga turnamen volly putra dan putri dilaksanakan pada hari yang sama. Bahkan anggota DPRD dan juga ketua KONI Wonogiri Bpk. Wawan waktu itu beserta mas Edi Mbambung datang dan menyerahkan bantuan dana untuk penyelenggaraan turnamen tersebut. Waktu itu, ketua panitia turnamen masih didapuk oleh Almarhum Bpk. Sugeng Raharjo dan MC nya dipegang Bpk Sutarno. Saya sudah lupa, dusun2 mana saja yang menjadi juara2nya.


Tahun itu, meski kondisi lapangan memang jauh dari layak tetapi saya melihat animo penonton, partisipasi pemain dan ramainya geliat ekonomi masyarakat yg terwujud dari banyaknya penjual makanan dan minuman di sekeliling lapangan. Ada sotonya lek paijem, mie ayamnya lek warno, gendar pecelnya mbah jumi dll. Putri saya Yumena juga pernah membeli mainan helikopter2-an ditempatnya Om Suyat dan sekarang helinya masih ada cuma baling2nya aja yg rusak. Kondisi jalanan dari rumah mbah suti menuju lapangan waktu itu juga cukup bagus, mudah dilewati sepeda motor, bahkan mobil kecil pun rasanya bisa sampai ke lapangan asal sopirnya berani dan bisa.

Pertanyaannya sekarang, kenapa di tahun 2008-2012 Lapangan PUCUNG jadi mati suri? Apakah karena lokasinya yg bagaikan berada di tempurung kelapa dan susah dijangkau kendaraan roda 4? Toh, kalau kita lihat di lapangan pandanwangi, karangtengah juga berada di bawah banget alias njulek dan jauh dari jalan utama ataupun balaidesa. Padahal dulunya sudah banyak biaya yg dikeluarkan? Meskipun akhirnya tahun ini, lapangan sudah berubah jadi sawah lagi, sebenarnya pora yo iso tho yo dijadikan lapangan lagi?
Jadi ingat sebuah ungkapan "Luwuk Balen Timbang Bakal. Yen Bakal, Angel." (DIMANA?BAGAIMANA? BIAYANYA?).

Apakah kita sudah tidak bisa menghidupkan lapangan ini lagi demi majunya anak2 dan pemuda ngambarsari? Nyatanya, Lapangan tersebut khan berada di dusun godang yang mana hal itu sebenarnya kan sudah di tengah2 tho? Saya pikir sudah mengakomodir seluruh dusun di Ngambarsari.
AYO PEMUDA, NYALAKAN MERAHMU, SEMANGATMU...!!

Tulisan "Merindukan Lapangan Baru" ini direposting by Fitri Hanany (Fitri Mamane Yumena) dari Original update status Grup Kumpulan Tjah Ngambarsari.


Description: Merindukan Lapangan Baru Rating: 5.0 Reviewer: Fitri Hanany ItemReviewed: Merindukan Lapangan Baru

Baca ini juga :

Monggo Dikomen Ngangge Facebook Sampeyan :


0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...