Gamal Pakan Ternak Alternatif | Kumpulan Tjah Ngambarsari

Kamis, 27 Desember 2012

Gamal Pakan Ternak Alternatif

Gamal Pakan Ternak Alternatif

Gamal Pakan Ternak Alternatif

Pada Rubrik Perternakan kali ini, Web Blog Kumpulan Tjah Ngambarsari akan mengulas salah satu Tanaman Gamal sebagai Pakan Ternak Alternatif. Gamal adalah salah satu jenis tanaman yang mudah ditanam dan tidak memerlukan sifat tanah khusus. Gamal atau Glicidia maculata dalam bahasa latinnya merupakan salah satu jenis tanaman dan merupakan pakan ternak yang banyak disukai oleh ternak ruminansia kecil seperti kambing dan domba. Selain sebagai pakan ternak, tanaman ini juga mempunyai manfaat sebagai pencegah erosi dan sekaligus penyubur tanah.


Gamal adalah tanaman leguminosa pohon yang dapat tumbuh dengan cepat didaerah tropis. Dapat tumbuh pada berbagai macam tipe tanah dan pH rendah sampai tinggi (4,5-6,9)m serta tahan terhadap curah hujan yang rendah sampai tinggi (50-100mm/bln).
Gamal merupakan tanaman pendatang yang berasal dari Amerika Tengah. Adapun ciri-ciri tanaman ini yaitu: 

  • Daunnya bersirip, dengan bentuk daun oval runcing yang agak lebar. 
  • Bunganya cukup indah, berwarna ungu keputihan. 
  • Tanaman ini dapat tumbuh mencapai ketinggian 10 meter. 
  • Gamal tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 0-1300 meter dari permukaan laut.

Sebagai hijauan pakan ternak ruminansia keberadaannya cukup berpotensi, tetapi belum banyak peternak yang memanfaatkan dengan alasan ternak tidak menyukai karena alasan spesifik. Hal tersebut dapat diatasi dengan cara proses pelayuan dengan penjemuran dibawah sinar matahari untuk beberapa jam atau dengan membiarkan hijauan tersebut selama semalam ditempat yang teduh. Membiasakan ternak dengan Gamal dapat dilakukan dengan meningkatkan pemberian hijauan Gamal secara bertahap hingga ternak terbiasa.

Teknik Pelayuan tersebut juga berfungsi untuk meminimalisir tingkat racun dalam Gamal. Beberapa literatur menyebutkan pelayuan selama 12 – 24 jam. Batas maksimum penggunaan tepung daun gamal dalam ransum ayam broiler 5% dan ayam petelur 2,5%. Pemberian daun Gamal pada ayam berupa tepung daun yang dicampur dengan bahan pakan lainnya. Pemberian tepung daun sebanyak 2,5% sudah cukup untuk memberikan warna kuning yang cerah, pemberian yang lebih tinggi tidak banyak meningkatkan warna kuning telur. Penggunaan level tepung daun gamal relatif baik sampai dengan perlakuan 4,5 % tepung daun gamal.

Pembudidayaan Tanaman Gamal


Pembudidayaan Tanaman Gamal


Untuk memperbanyak tanaman gamal ini sangat mudah sekali. Tanaman ini dapat diperbanyak melalui biji ataupun stek. Namun karena sukarnya mendapatkan biji gamal sebaiknya anda menanam gamal dengan menggunakan stek, karena tumbuhnya lebih cepat. Harus diperhatikan juga bahwa tidak sembarang stek yang dapat anda gunakan dalam menanam gamal agar tumbuh baik. Untuk itu ambillah stek dari batang tanaman gamal yang sudah tua. Bagian batang tanaman yang akan diambil sebagai stek ialah bagian bawah dari setiap cabang tanaman gamal yang sudah anda pilih. Pilih cabang yang sudah berdiameter paling tidak 3,5 cm dan potonglah sepanjang 1 m.

Bila anda menginginkan produksi yang tinggi dari tanaman gamal, sebelum stek ditanam usahakan agar lahan disiapkan terlebih dahulu, dengan cara penyiangan rumput liar. Bila lahan yang digunakan adalah lahan kering, sebaiknya lahan tersebut diolah atau dibajak, kemudian biarkan beberapa hari agar proses mineralisasi bahan-bahan organik berlangsung dengan cepat. Pengolahan tanah dapat dilakukan sekali saja.

Setelah lahan siap untuk ditanam disarankan agar penanaman sebaiknya dilakukan pada saat musim hujan dengan maksud agar memudahkan penyiraman tanaman tersebut. Penanaman dengan menggunakan stek/ batang ini dapat dilakukan dengan cara yaitu : Ditegakkan, miring atau berbaring agar memudahkan perakaran. Bila anda menggunakan penanaman secara berdiri atau tegak, tanamlah stek sedalam 1/3 bagian panjang stek. Kemudian jarak antara stek yang satu dengan yang lain kurang lebih setengah meter.


Pemeliharaan Tanaman Gamal


Pemeliharaan Tanaman Gamal


Pemeliharaan tanaman gamal ini sebenarnya tidak terlalu memerlukan perhatian yang mutlak, karena dengan membiarkan begitu saja ia akan tumbuh dengan baik. Tetapi agar daunnya lebar dam rindang untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu: penyiangan, pengairan dan pemangkasan. Mengenai pemupukan pada tanaman ini tidak begitu dianjurkan karena sifat dari gamal ini sendiri sebagai
penyubur tanah.

Penyiangan bertujuan untuk memberantas tumbuhan liar yang mengganggu tanaman pokok, untuk efisiensi biaya sebaiknya penyiangan anda lakukan secara mekanik yaitu dengan cara mencangkul untuk menbongkar tanaman liar. Sedangkan pengairan bertujuan untuk mengurangi penguapan air dalam tanah dan dilakukan setelah tanaman berumur 1 bulan.Agar tanaman tumbuh rindang maka anda dapat lakukan pemangkasan, sekaligus menbuang cabang-cabang yang tidak produktif.

Pemanenan Tanaman Gamal


Pemanenan Tanaman Gamal


Setelah gamal ditanam dan berumur satu tahun barulah tanaman tersebut dipanen. Hal ini dimaksudkan agar perakaran tanaman sudah kuat dan dalam sehingga apabila terjadi angin keras tidak akan roboh. Setelah panen pertama, maka panen selanjutnya dapat anda lakukan setiap 90 hari. Panen dapat dilakukan dengan cara defoliasi atau pemotongan. Selanjutnya pemotongan dilakukan dengan menyisakan batang tanaman setinggi 10-15 cm dari atas permukaan tanah.

Agar tanaman gamal tetap menghasilkan dan berproduksi tinggi secara kontinyu, maka pada saat tertentu perlu dilakukan peremajaan dengan tujuan agar menggantikan tanaman yang sudah tidak produktif. Hal ini dilakukan dengan cara membongkar tanaman lama dan menggantikannya dengan tanaman baru. Daun gamal juga dapat diawetkan. Jika memiliki stok yang cukup banyak,  dengan menggunakan metoda silase, daun gamal dapat digunakan sebagai bahan pakan cadangan yang cukup awet dan disukai oleh ternak sapi.

Tabel Produksi Gamal pada luas areal tertentu. 
Luas Lahan Jumlah Produksi/ 1 x
Tanaman Panen/phn(kg)
25 x 25 m2 220 phn 4
25 x 50 m2 300 phn 6
25 x 75 m2 400 phn 7
25 x 75 m2 500 phn 9


Konsumsi Pakan
Hasil penelitian Liliek Raharjo (2004) bahwa semakin tinggi level tepung daun gamal maka kandungan serat kasar semakin tinggi, hal ini akan mempengaruhi volume pakan karena mempunyai sifat bulky. Disamping itu juga ada peningkatan bau daun gamal dan rasa pahit pada pakan, juga akan mempengaruhi palatabilitas pakan. Menurut Parakasi (1990) bahwa bila pemprosesan pakan kurang baik, adanya kandungan tanin dalam jumlah tertentu pada pakan akan menyebabkan rasa pahit.


Pertambahan Bobot Badan
Hasil penelitian Liliek Raharjo (2004) yang mencobakan lima perlakuan pada penelitiannya, pemberian tepung daun gamal pada level  1,5 % tepung daun gamal + 98,5 % pakan basal,adalah perlakuan yang memberikan pertambahan bobot badan tertinggi. hal ini menunjukkan bahwa pada level tertentu penggunaan tepung daun gamal dapat meningkatkan pertambahan babot badan.

Selanjutnya pada peningkatan level penambahan tepung daun gamal terjadi penurunan pertambahan bobot badan, hal ini dikerenakan semakin tinggi penggunaan tepung daun gamal akan semakin tinggi kandungan serat kasar dalam pakan, sehingga ternak cepat menjadi kenyang. Serat kasar yang tinggi akan mempengaruhi daya cerna, karena energi untuk pertumbuhan semakin berkurang. Hal ini sesuai dengan Siregar dkk. (1980) bahwa semakin rendah daya cerna pakan akan semakin berkurang pula energi yang digunakan untuk pertumbuhan.

Semakin tinggi level tepung daun gamal, maka kandungan asam sianida (HCN) akan semakin tinggi pula. Adanya asam sianida (HCN) dapat menekan pembentukan protein jaringan, dengan semakin berkurang penggunaan protein dalam tubuh maka ternak akan semakin menurun pertambahan bobot badannya.
Penurunan pertambahan bobot badan juga disebabkan makin tingginya kadar tanin dalam pakan, karena dapat menekan retensi nitrogen dan dapat menyebabkan penurunan daya cerna asam‑asam amino (Wahyu, 1992).

Konversi Pakan
Angka konversi pakan  diperoleh dari perbandingan antara jumlah pakan yang dikonsumsi dengan pertambahan bobot badan. Dengan penggunaan tepung daun gamal 1 5 ‑ 3 % dari total pakan dapat menurunkan nilai konversi pakan (liliek Raharjo,2004). hal ini dikarenakan kandungan zat‑zat gizi dalam pakan keadaanya seimbang. Sesuai dengan Neshein et al . (1979) bahwa salah satu yang menentukan konversi pakan yaitu keseimbangan zatzat gizi pakan, ukuran tubuh dan lingkungan.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian Liliek Raharjo pada tahun 2004 dapat disimpulkan bahwa, pengaruh level tepung daun gamal relatif baik sampai dengan perlakuan 4,5 % tepung daun gamal + 95, 5 % pakan basal. bila ingin menggunakan tepung daun gamal sebagai bahan pakan broiler periode finisher sebaiknya jangan lebih dari 4,5 %.

Semoga Rubrik Perternakan dalam artikel Gamal Pakan Ternak Alternatif ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat kepada kita agan sobat tjah Ngambarsari semua, khususnya bagi para peternak Ngambarsari. Terima kasih sudah membaca dan berkunjung ke Weblog Kumpulan Tjah Ngambarsari.



Description: Gamal Pakan Ternak Alternatif Rating: 5.0 Reviewer: Ngambarsari Dunia Maya ItemReviewed: Gamal Pakan Ternak Alternatif

Baca ini juga :

Monggo Dikomen Ngangge Facebook Sampeyan :


0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...