Beternak Ayam Kampung Secara Sehat | Kumpulan Tjah Ngambarsari

Sabtu, 10 Desember 2011

Beternak Ayam Kampung Secara Sehat


ayam kampungBagi masyarakat Indonesia pada umumnya, dan warga Ngambarsari serta Sobat KTN pada khususnya, beternak ayam kampung sudah bukan hal asing. Sejak kecil kita setiap hari bisa melihatnya. Walau saat ini dikota-kota besar sudah jarang terlihat ayam kampung berkeliaran bebas, bukan berarti keberadaannya punah. Di pinggiran kota masih banyak orang memelihara ayam kampung. Baik dibudidayakan secara sungguh-sungguh maupun hanya sekedar peliharaan untuk memanfaatkan sisa-sisa makanan yang dibuang begitu saja. Sebelumnya kita sudah membahas Kiat Hadapi Banjir Bagi Pengendara Bermotor Nach sobat KTN kali ini Kumpulan Tjah Ngambarsari akan membahas bagaimana beternak ayam kampung secara sehat.


Ayam kampung mempunyai nilai gizi yang baik. Selain itu juga mempunyai rasa yang lebih khas dan nikmat dibanding dengan jenis ayam pedaging maupun petelur. Serat yang liat dan kenyal menjadi ciri utamanya.
Ayam kampung mempunyai keistimewaan dibanding yang lain, diantaranya adalah ayam kampung lebih tahan terhadap penyakit. Tahan dan mudah menyesuaikan dengan cuaca di Indonesia. Makanannya mudah, bahkan bila dipelihara ala kadarnya cukup diberi makanan sisa-sisa dan dapat dilepas secara bebas. Namun demikian dibutuhkan pengetahuan yang memadai bagi kita yang ingin beternak ayam kampung baik dalam sistem pemeliharaan, pembuatan kandang, pemberian pakan maupun merawat kesehatan  agar ayam dapat berkembang secara sehat.
Sistem Pemeliharaan Ayam Kampung
Langkah awal yang perlu dilakukan dalam pemeliharaan ayam kampung adalah peternak harus memilih calon induk yang baik yaitu: bulu mengkilat, kakinya segar tidak kering, lebar tulang dubur 2-3 jari tangan, dan jarak antara akhir tulang dada sampai tulang dubur 4-5 jari (semakin panjang perut, semakin baik sebagai tempat menyimpan banyak telur di perutnya).
Langkah berikutnya yaitu cara pemeliharaan calon induk ayam kampung yang diperoleh dari hasil tetasan.

A. Pemeliharaan Anak Ayam (Umur 1-8 Minggu)
memberi pakan anak ayamAnak ayam yang baru menetas dari telur sangat peka terhadap perubahan suhu. Kandang ayam bisa terbuat dari kotak kawat yang diberi lampu atau di dalam kandang dibuatkan lingkaran seng dan diberi pemanas lampu bohlam. Ukuran kandang disesuaikan dengan jumlah anak ayam yang dipelihara. Kapasitas untuk anak ayam per m2 di dalam induk buatan adalah: 50 ekor untuk ayam umur 1-10 hari, 40 ekor ekor anak ayam umur 11-20 hari, dan 25 ekor untuk anak ayam umur 21-28 hari.Kandang harus sering dibersihkan dan disemprot dengan desinfaktan. Letak tempat makan, tempat minum, dan pemanas harus tersedia dengan baik dan nyaman agar dalam proses pemberian pakan tidak bermasalah terhadap anak ayam. Misalnya lampu pemanas tidak boleh terlalu dekat. Pemberian pakan dan minuman juga harus dicampur dengan vitamin.
 b. Pemeliharaan Ayam Lepas Induk/Dara (Umur 9-20 Minggu)

ayam lepas indukSelama periode ini ayam harus diberi pakan yang cukup sehingga pada saat bertelur memiliki badan yang sehat. Tempat minum yang dibutuhkan sebanyak 2 buah (8 liter) untuk 50 ekor ayam. Satu tempat pakan berdiameter 40 cm cukup untuk 12-15 ekor ayam dara. Tinggi tempat pakan sebaiknya sejajar dengan pundak ayam atau 2,5-5 cm di atas pundaknya. Pemberian cahaya tambahan juga diperlukan untuk merangsang pembentukan hormon LH (luteinizing hormon) dan FSH (folicle stimulant hormon) yang berfungsi dalam pembentukan telur. Kontrol kesehatan, pemberian vaksinasi, dan sanitasi kandang juga diperlukan agar wabah penyakit seperti cacing bulat, tetelo dan sebagainya dapat dicegah.
c. Pemeliharaan Ayam Dewasa (Umur Lebih dari 20 Minggu)
ayam dewasaAyam kampung betina yang baik akan mulai bertelur pada umur 22 minggu. Periode ini ayam memerlukan sarang untuk meletakkan telur. Sebaiknya sarang telah masuk ke kandang pada saat ayam berumur 19 minggu. Sarang diletakkan pada tempat yang gelapdan tenang. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produksi telur ayam adalah umur dewasa kelamin, intensitas bertelur, sifat mengeram, dan pakan yang diberikan. Umur dewasa ideal ayam kampung untuk bertelur adalah 22-23 minggu dengan intesitas bertelur sebanyak 10-12 butir dan setelah itu mengeram. Lama pengeraman biasanya 21 hari. Pemberian pakan periode ini harus mencukupi sesuai kebutuhan. Diperlukan tempat pakan satu buah yang berdiameter 40 cm untuk 12-15 ekor ayam, sedangkan tempat minum dua buah (8 liter) untuk 50 ekor ayam. Selama periode bertelur ayam kampung sebaiknya diberi kulit kerang yang telah dihancurkan atau dibuat tepung kira-kira 1,5 kg/100 ekor/minggu.
Kandang Ayam

ayam kampung dewasaKandang merupakan unsur penting dalam menentukan keberhasilan suatu usaha peternakan ayam kampung. Oleh sebab itu kandang harus memenuhi berbagai syarat yang dapat menjamin kesehatan serta pertumbuhan yang baik bagi ayam yang dipelihara sehingga ayam dapat berproduksi sesuai harapan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kandang ayam adalah bentuk kandang dan kondisi tempat, keadaan tanah, jenis ayam yang akan dipelihara, bahan bangunan kandang, dan biaya.
Secara umum kandang dibedakan menurut sistem, bentuk dan bangunan. Bentuk kandang yang biasa dibuat adalah kandang sistem ren dan sistem litter (postal). Letak kandang sebaiknya terpisah agak jauh dari rumah tinggal agar ayam hidupnya tenang, bagian depan sebaiknya menghadap ke timur sehingga cukup sinar matahari.

a. Kandang sistem Ren
Kandang sistem Ren
Kandang sistem ren mempunyai halaman pengumbaran sehingga ayam dapat berjalan-jalan dengan bebas, kandang ini terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian pertama terdiri atas kandang dengan atap beserta perlengkapannya seperti tempat pakan, tempat minum, dan sarang untuk bertelur. Bagian kedua berupa lantai atau halaman umbaran yang dibatasi pagar setinggi ± 2,5 m. Atap kandang terbuat dari genting atau rumbia. Bahan dinding kandang dan pagar halaman umbaran umumnya terbuat dari bambu, kayu, atau anyaman kawat Di halaman umbaran ini sebaiknya terdapat rumput atau tumbuhan perdu sehingga ayam yang diumbar dapat memakan hijauan namun banyak memerlukan tempat, dan jika terjangkit penyakit penjalarannya lebih cepat.
 Kandang Sistem Postal (Litter)
Kandang Sistem Postal (Litter)
Bangunan kandang sistem postal ini tidak mempunyai halaman pengumbaran. Setiap hari ayam selalu berada di dalam kandang yang beralaskan litter (misalnya sekam padi dan serutan kayu) Oleh karena itu kandang sistem ini juga disebut kandang sistem litter.

Keuntungan kandang sistem ini adalah menghemat tempat, tenaga, biaya, tata laksana lebih mudah, dan ayam bisa mendapat tambahan vitamin B-12 dari hamparan penutup lantai (litter). Pada ayam petelur, konvensi pakan cenderung lebih baik. Demikian juga produksi telurnya lebih tinggi dan kulit telurnya lebih tebal. Kekurangannya adalah apabila terjadi suatu penyakit maka penjalarannya sangat cepat, terutama disebabkan adanya cacing dan parasit.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang meliputi:
1. Kebutuhan Ruang
Kebutuhan ruang untuk kandang ayam ditentukan oleh jenis ayam yang dipelihara, periode kelompok umur, serta sistem kandang yang dipilih. Penempatan ruang bagi ayam pada prakteknya juga perlu mempertimbangkan ketersedian lahan untuk membangun kandang secara ekonomis.
2.Tempat pakan dan minum
Bentuk, ukuran dan jumlah peralatan pakan dan minum disesuaikan dengan umur ayam. Tempat pakan dan minum terbuat dari papan /kayu, plastik, atau seng.
tempat makan ayam             tempat minum ayam

3. Tempat bertengger
tempat bertengger ayamKandang ayam sistem ren atau litter dapat disediakan tempat bertengger yang terbuat dari papan dengan ukuran panjang 35 cm/ekor dan tinggi 45 cm.







           
4. Tempat bertelur
tempat bertelur ayamAyam kampung yang dipelihara dengan sistem postal/litter harus dilengkapi dengan tempat bertelur yang bertelur yang berukuran 35x45x40 cm dan alas kotak diberi alas jerami/rambut.



5. Tirai kandang.
tirai kandang ayamPada malam hari/musim hujan, bagian dinding kandang yang terbuka perlu ditutupi tirai (selimut) dari plastik sehingga anak ayam yang belum tumbuh bulu terlindungi dari hembusan angin.






6. Indukan/pemanas.
pemanas anak ayamIndukan dapat berbentuk bundar/persegi empat dengan alat pemanas di tengah-tengah berguna untuk menghangatkan ayam yang baru menetas. Indukan yang berbentuk bundar dapat memuat antara 375-450 ekor dengan diameter ± 1,2 m yang berbentuk persegi panjang dapat memuat 450-525 ekor.






7. Alat-alat kesehatan
alat kesehatan ayamPada peternakan ayam yang intensif perlu disediakan alat-alat kesehatan untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin alat-alat kesehatan tersebut berupa gunting, pinset, pisau, pemotong, alat suntik / (spuit), kertas koran dan ember.
Pakan Ayam
Bahan pakan ayam harus mengandung zat-zat penting bagi pertumbuhan ayam yaitu mengandung:
a. Karbohidrat

jagung pakan ayamMerupakan senyawa organik yang dibutuhkan oleh tubuh ayam untuk menghasilkan energi. Dalam tubuh ayam karbohidrat disimpan dalam bentuk glikogen di dalam otot dan hati. Jika berlebih senyawa ini akan diubah menjadi lemak yang disimpan di bawah kulit dan di sekeliling organ-organ dalam. Bahan pakan yang mengandung karbohidrat adalah bekatul dan jagung.
               






b. Lemak
lemak untuk ayamBerfungsi sebagai penghasil energi dan pelarut vitamin A, D, E, dan K. Kebutuhan lemak bagi ayam kampung dapat dipenuhi antara lain melalui pemberian minyak biji-bijian, bungkil kacang, dan bungkil kelapa.






c. Protein
Protein berfungsi vital sebagai pengganti sel-sel tubuh yang rusak dan sebagai pembangun tubuh. Pemberian ransum dengan kadar protein yang cukup akan mempercepat pertumbuhan. Kebutuhan protein bisa melalui pakan nabati dan pakan hewani. Bungkil kelapa, bungkil kedelai, dan bungkil kacang tanah adalah contoh pakan nabati sedangkan tepung ikan merupakan pakan hewani.
               
d. Mineral
mineral untuk ayamMineral dibutuhkan hanya sedikit namun mempunyai peran penting bagi fungsi fisiologi tubuh ayam. Mineral yang dibutuhkan antara lain adalah kalsium (Ca), fosfor (P), Natrium (Na), besi (Fe), mangan (Mn), seng (Zn), iodium (I), kobalt (Co), tembaga (Cu). Kebutuhan ayam terhadap mineral secara lengkap dapat dipenuhi dengan cara membeli mineral buatan pabrik, meskipun bisa didapat dari pemberian pakan hijau-hijauan segar seperti kangkung, bayam, kecambah, daun pepaya, daun lamtoro dan sebagainya.







e. Vitamin
vitamin ayamSumber vitamin A untuk ayam diperoleh dari jagung kuning, dan hijauan segar; vitamin D dapat diperoleh dari minyak ikan; vitamin E diperoleh dari hijauan segar, vitamin K diperoleh dari tepung ikan. Kelompok vitamin B dapat diperoleh dari biji-bijian. Vitamin C.





f. Air
minuman ayamAir yang diberikan kepada ayam harus memenuhi kriteria air sehat seperti yang diminum manusia.







g. Kombinasi bahan pakan
pakan kombinasi ayamJumlah pakan dan kandungan protein dalam ransum berbeda-beda untuk setiap periode pertumbuhan. Pada anak ayam umur 1-4 minggu, kandungan protein yang diberikan lebih tinggi dari pada ayam dara untuk pertumbuhan.
Ransum untuk ayam berumur 5-9 minggu berupa campuran pakan starter (dapat dibeli di took sarana produksi ternak) dan dedak dengan berbandingan 1:3. Ayam diberikan pakan 2 kali sehari pukul 6.00-7.00 dan 15.00-16.00, sedang pakan hijau diberikan pada siang hari.
Ransum yang diberikan untuk ayam kampung umur 10-20 minggu terdiri dari dedak, jagung giling dan konsentrat dengan perbandingan per 100 kg bahan pakan adalah dedak 25 kg, jagung giling 45 kg dan konsentrat 30 kg ditambah hijauan segar sebanyak 18-20 gram/hari/ekor.
Untuk ayam berumur 21-80 minggu terdiri dari dedak 30 kg, jagung giling 40 kg dan konsentrat 30 kg pada setiap 100 kg bahan pakan ditambah hijauan 20 gram/hari/ekor. Pakan diberikan 2 kali sehari dan hijauan diberikan siang hari.

g.Penyedian Ransum

Untuk menyusun ransum dengan kadar protein tertentu dapat dilakukan dengan metode coba-coba. Diharapkan dengan metode ini ditunjang dengan pengalaman serta ketekunan, nantinya akan diperoleh susunan ransum yang paling sesuai untuk ayam kampung. Oleh karena itu perlu diketahui terlebih dahulu kandungan protein dan energi masing-masing bahan yang akan disusun.
Contoh ransum anak ayam umur 1-8 minggu:
Jagung 20%; beras 25%; dedak halus 25%; bungkil kedelai 12%; kulit kerang 5%; tepung ikan 12,5%; garam dapur 0,5%.
Contoh ransum ayam umur 9-12 minggu:
Jagung 40%; dedak halus 22%; bungkil kacang tanah 6%; kacang hijau 4%; bungkil kelapa 5%; tepung tulang 1%; kapur 0,5%; kulit kerang 0,5%; daun pete cina 0,75%; mineral campuran 7%; vigofac-6 0,15%.
h. Metode pemberian pakan
Pakan yang akan diberikan kepada ayam perlu ditempatkan dalam wadah tertentu Sehingga memudahkan ayam mematuk pakan dan menjaga ransum tidak bertebaran. Wadah disesuaikan dengan ukuran tubuh ayam.

Di antara metode pemberian pakan ayam adalah:
1. Metode All Mash
metode all mashPemberian ransum metode ini disebut juga dengan metode tradisional yaitu dengan cara pakan ditaburkan di bak pakan. Ransum dan pakan yang diberikan tersebut sudah mengandung semua unsur nutrisi yang dibutuhkan. Metode inilah yang banyak dikenal selama ini dan sudah sejak lama diterapkan oleh peternakan ayam di Indonesia.




2. Metode Prasmanan
pakan ayam metode prasmananPemberian pakan dengan metode ini disajikan layaknya manusia makan di restoran yaitu ayam dihadapkan pada beberapa macam bahan pakan baik itu berupa bijian, bungkil, atau tepung ikan. Kelebihan metode ini adalah bisa menunjang selera ayam karena ayam diberi kebebasn untuk memilih bahan pakan yang disukai. Metode ini sering digunakan untuk kepentingan penelitian terutama untuk mengetahui derajat kesukaan ayam terhadap satu atau lebih bahan pakan baru yang akan digunakan kelak.


3.Metode Mash grain
pakan ayam metode mash grainPemberian pakan dengan cara gabungan disebut juga metode mash gain. Prinsip metode ini tetap pada ransum yang diberikan. Artinya ransum diberikan mengandung semua unsur nutrisi yang dibutuhkan ayam hanya saja kandungan proteinnya lebih diperbanyak.
Penyakit dan Pencegahannya
Pada umumnya ayam terserang penyakit disebabkan karena virus, bakteri, dan parasit yang dipengaruhi oleh lingkungan kandang yang lembab dan kotor, kekurangan vitamin, keracunan, tempat pakan dan minuman yang kotor, dan sifat kanibal. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang sering menyerang ayam kampung dan cara pencegahnya.
1. Tetelo (Newcastle disease)
penyakit tetelo ayamMerupakan penyakit yang ganas yang dapat menimbulkan kematian pada ayam kampung. Gejalanya adalah pada awal penularan ayam terlihat lesu, mengantuk, kepala selalu tertunduk, nafsu makan berkurang, sayap terkulai kebawah, ayam mencret dengan kotoran yang disertai lendir berbau kadang disertai darah, ayam sulit bernafas, batuk-batuk dan bersin. Gejala lain pada ayam yang sudah berproduksi adalah menurunnya produksi telur dan menipisnya kulit telur, tubuh gemetar, kepala dan leher berputar-putar, ayam berjalan mundur dan mengalami kelumpuhan.
Penyebab penyakit tetelo adalah virus totorturen. Dapat menyerang semua umur ayam. Penyakit ini sulit sekali disembuhkan karena belum ada obat yang tepat, kebersihan lingkungan harus dijaga, vaksinasi yang tepat dan teratur merupakan cara pengendalian penyakit tetelo yang terbaik.

2. Berak Kapur
berak kapurPenyebabnya adalah bakteri Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular. Gejala penyakit ditunjukkan dengan kotoran ayam berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung. Tindakan pemisahan ayam yang sakit dan peningkatan sanitasi kandang merupakan pencegahan terhadap penyakit ini.




3. Pilek/snot
penyakit pilek ayamPenyakit ini disebabkan oleh bakteri haemophilus gallinararum dan digolongkan penyakit akut yang mudah menyebar. Gejala awal ayam selalu menggeleng-geleng kepalanya untuk menghilangkan lendir dari hidungnya, yang lama-lama menjadi kental dan bau busuk. Bagian muka dan mata ayam tampak membengkak, dapat menimbulkan bunyi ngorok dan menyulitkan pernafasan, nafsu makan berkurang sehingga berat badan ayam menurun. Di Penyebarannya melalui air minum, pakan, udara, atau kontak langsung dengan ayam yang sakit. Pencegahannya dengan menjaga sanitasi lingkungan kandang, hindari kandang yang kotor dan lembab. Diusahakan agar kandang selalu mendapat sinar matahari yang cukup. Ayam yang sakit harus diisolasi dan diobati dengan injeksi antibiotik streptomisin dengan dosis 150 mg/kg berat badan ayam selama 2-3 hari.



4. Cacingan
penyakit ayam cacinganPenyakit ini disebabkan oleh cacing Ascaridia galli dan cacing heterakis galline. Kedua cacing ini menyebabkan anemia dan depresi pada ayam yang terserang. Gejala umumnya adalah ayam pucat, kurus, lemah, kehilangan nafsu makan dan pertumbuhan terhambat. Pencegahannya adalah sanitasi lingkungan harus kering dan bersih sehingga siklus cacing-cacing parasit terputus, kandang dibersihkan dengan disinfektan. Seperti biosid, lisol, karbon, dan kalium manganat. Cara lain dengan obat cacing pada anak ayam berumur secara teratur mulai umur 35 hari. Pada ayam yang terkena cacingan dapat diobati dengan piperazin sebanyak0,1 -0,2% dalam air minum.





5. Kutuan
penyakit kutuan ayamGejalanya antara lain ditandai dengan ayam gelisah sering menyisir/mematuk-matuk bulu karena gatal kemudian ayam sering mengibas-ibaskan bulunya. Ayam terlihat tampak kurus dan pucat. Penyebabnya adalah serangan kutu dan tungau sedangkan pencegahnya adalah dengan sanitasi lingkungan harus bersih, memisahkan ayam yang terkena kutu dapat juga diobati dengan karbonat yaitu sevin dengan konsentrasi 0,15% yang diencerkan dengan air kemudian disemprotkan ke tubuh ayam atau dengan pengasapan/fumigasi insektisida yang mudah menguap misalnya nicotine sulfat/blackleaf 40. Pemakainya menurut anjuran yang terdapat dalam label kemasan
Penutup
Ayam kampung banyak dipelihara masyarakat Indonesia karena dapat mencari makan sendiri, sehingga biasanya pemeliharaannya dengan dilepas begitu saja tanpa diperhatikan kesehatannya, pertumbuhan maupun produksinya.
Walaupun demikian, ternak ayam kampong memiliki potensi yang cukup besar dalam mendukung ekonomi dan konsumsi protein hewani masyarakat. Untuk menjadikan ayam kampung sebagai ternak komersial, maka produksinya perlu ditingkatkan.
Pengetahuan yang cukup mutlak diperlukan agar ayam kampung tersebut tampak sehat, badannya padat dan bebas dari penyakit yang akan menyerang. Uraian di atas mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan dalam hal pemeliharaan, pemberian pakan dan pembuatan kandang bagi pembaca yang ingin beternak ayam kampung secara sehat.

Daftar Pustaka
1. Titik Sudaryani dan Hari Santosa. 1994. Pembibitan ayam buras. Jakarta, Penebar Swadaya.
2. Bambang Cahyono. 1997. Ayam buras pedaging. Ungaran, Trubus Agriwidya.
3. Eko M. Nucahyo dan Yustina Erna Widyastuti. Usaha pembesaran ayam kampum pedaging.Jakarta, Penebar Swadaya.
4. Martono A. Priyatno. 1999. Membuat kandang ayam.Jakarta. Penebar Swadaya.
5. Trubus, Vo. 32 No. 377 Th. 2001-April. 

Nach Sobat KTN berminat untuk berternak ayam kampung secara sehat? Semoga anda berhasil. lihat juga posting kami selanjutnya Budidaya Ikan Sistem Mina Padi .


Description: Beternak Ayam Kampung Secara Sehat Rating: 5.0 Reviewer: Ngambarsari Dunia Maya ItemReviewed: Beternak Ayam Kampung Secara Sehat

Baca ini juga :

Monggo Dikomen Ngangge Facebook Sampeyan :


0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...