LATIHAN PERDANA DAN PEMBUKAAN INSTITUT KARATE-DO INDONESIA (INKAI) RANTING KARANGTENGAH | Kumpulan Tjah Ngambarsari

Jumat, 04 Oktober 2013

LATIHAN PERDANA DAN PEMBUKAAN INSTITUT KARATE-DO INDONESIA (INKAI) RANTING KARANGTENGAH

LATIHAN PERDANA DAN PEMBUKAAN
INSTITUT KARATE-DO INDONESIA (INKAI)
RANTING KARANGTENGAH


LATIHAN PERDANA DAN PEMBUKAAN INSTITUT KARATE-DO INDONESIA (INKAI) RANTING KARANGTENGAH


Di Pendopo Kecamatan Karangtengah, Minggu (22/9/13) INKAI Cabang Wonogiri membuka ranting (tempat latihan karate) baru di kecamatan Karangtengah. Pada pembukaan ranting baru ini juga diadakan latihan bersama dengan anggota INKAI dari ranting Batuwarno dan Manyaran. Latihan bersama mulai dilakukan pukul 08.00. Antusiasme calon anggota baru sangat nampak pada latihan kali ini. Meskipun mereka belum memakal seragam latihan (dogi), mereka tetap berlatih dan mengikuti instruksi dari pelatih (sempai). 


Peserta Pembukaan INKAI
Peserta Pembukaan INKAI

Pembukaan ranting ini diprakarsai oleh Susilo (karateka bersabuk hitam yang Juga seorang Mantri BRI Batuwarno sebagai pelatih di Karangtengah ini). Acara pembukaan dihadiri dan dibuka Iangsung oleh Ketua INKAI Wonogiri, Eko Warsito. Beliau mengemukakan bahwa INKAI Cabang Wcnogiri berdiri sejak tahun 2005. INKAI memiliki beberapa tingkatan yang dibedakan oIeh warna sabuk. Anggota tingkat terendah adalah pemakai sabuk Putih dan terus berjenjang ke tingkat yang lebih tinggi yaitu Kuning, Hijau, Biru, Cokiat dan Hitam. Kenaikan tingkat pemegang sabuk diuji 6 bulan sekali. INKAI Wonogiri terbilang cukup eksis. Berbagal kejuaraan sudah diikuti dan beberapa anggota berhasil meraih juara. 

“Karate masuk Indonesia th 1963, dibawa oleh mahasiswa Indonesia yang telah menyelesaikan pendidikannya di Jepang,” tutur Eko Warsito (Ketua INKAI Wonogiri). Mereka yang memperkenalkan karate aliran (Shoto-kan) dan membentuk wadah bernama Persatuan Olahraga Karate Indonesia (PORKI) yang akhirnya menjadi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI). Salah satu Perguruan Karate anggota FORKI adalah INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) yang kini telah berkembang dan mempunyal banyak anak cabang salah satunya di Wonogiri. Dalam sambutannya, Eko Warsito menjelaskan bahwa belajar Karate bukanlah untuk bertempur meskipun pada awalnya karate yang bermula di Jepang berguna untuk berkelahi sampai mati. Namun pada perkembangannya di Indonesia, mempelajari ilmu karate lebih menitikberatkan pada pembelaan diri dan mempertahankan diri saja, bahkan menitikberatkan pada pengendalian diri.. Beliau juga meminta anggota karate untuk menjawab dengan lantang Sumpah Karate :

  1. Sanggup memelihara kepribadian Seorang karateka mampu mengembangkan pribadi yang baik dan memeliharanya.
  2. Sanggup patuh pada kejujuran Seorang karateka harus mengabdi pada kejujuran. Poin ini menekankan pada semangat budi pekerti, tidak bersikap licik, serta selalu mengambil tindakan yang jujur dan bisa dipertanggungjawabkan.
  3. Sanggup mempertinggi prestasi. Seorang karateka harus terus memperbaiki keadaan diri sendiri. Hari ini harus lebih baik daripada hari yang kemarin. Jika hari ini baru hafal gerakan-gerakan kata I, maka esok gerakan di kata tersebut harus sudah lebih bagus dan lebih luwes, walaupun sedikit. Intinya adalah kemajuan akan diri sendiri, lebih baik lagi jika peningkatan prestasi di turnamen dan invitasi. Seperti yang telah dilakukan oleh Alifa Milanisty, Imron dan Asen yang telah memenangkan berbagai kejuaraan. 
  4. Sanggup menjaga sopan santun. Seorang karateka tidak melakukan tindakan asusila; Tidak bercanda yang keterlaluan; Menghargai orangtua; Bersikap ramah pada yang lebih muda;
  5. Sanggup menguasai diri. Seorang karateka harus mampu menguasal diri, baik itu ketika bergaul dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pertandingan di turnamen dan invitasi.


Peragaan Gerakan Karatekata dari Alifa Milanisty
Peragaan Gerakan Karatekata dari Alifa Milanisty

Dalam pembukaan ranting di Karangtengah ini Nauval, Ailfa Milanisty, Imron memberikan beberapa contoh gerakan kata dalam karate. Mereka menunjukkan bahwa minat, bakat dan ketekunan yang luar biasalah yang membawa mereka ke tingkatan sekarang ini. Karena berlatih karate harus dilakukan terus menerus untuk dapat meningkatkan kemampuan. Bisa jadi seorang karateka bersabuk hitam yang jarang berlatih dikalahkan oleh karateka lainnya yang baru bersabuk cokiat namun tekun berlatih.

Antusias Peserta dalam menerima intruksi Pelatih INKAI
Antusias Peserta dalam menerima intruksi Pelatih INKAI


Peserta Baru sedang mengikuti Intruksi Pelatih INKAI
Peserta Baru sedang mengikuti Intruksi Pelatih INKAI

Saya sendiri (Ibu Fitri Hanany,red), selaku orang tua dan Nafiah Yumena Supriyanto berharap putri saya mampu menjadi pribadi yang lebih baik setelah mengikuti latihan ini. Karena saya tahu apa yang akan dihadapi putri saya di masa mendatang akan lebih berwarna dan mungkin lebih sulit dibandingkan apa yang saya hadapi di masa saya. Apalagi putri saya nantinya sudah harus keluar dan rumah dan tinggal di asrama ketika dirinya melanjutkan pendidikan SMP dan jenjang lebih tinggi lainnya. Harapan saya, kemandirian dan kepribadian serta kedisplinan yang diajarkan oleh pelatihnya membuat dirinya lebih siap dan berani hadapi hidup. Putri saya, Yumena sangat senang mengikuti latihan ini. "Aku pengen bisa karate Ma," ujarnya. Selamat berlatih Nak....!!! Semoga Allah memberikan segala hal yang baik terhadap dirimu. Amiin.

Ditulis oleh Ibu Fitri Hanany : +Fitri Hanany 
Diedit dan diposting ke Webblog Kumpulan Tjah Ngambarsari oleh +Ngambarsari Dunia Maya 



Description: LATIHAN PERDANA DAN PEMBUKAAN INSTITUT KARATE-DO INDONESIA (INKAI) RANTING KARANGTENGAH Rating: 5.0 Reviewer: Fitri Hanany ItemReviewed: LATIHAN PERDANA DAN PEMBUKAAN INSTITUT KARATE-DO INDONESIA (INKAI) RANTING KARANGTENGAH

Baca ini juga :

Monggo Dikomen Ngangge Facebook Sampeyan :


0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...